Isnin, 31 Ogos 2009

31 Ogos 2009 Selamat Hari Merdeka 52 tahun Malaysia


Jam 7.00pagi di Kg. Melaka


Selamat hari lahir Malaysia! Hari ini usiamu sudah 52 tahun!
Ku doakan hari yang mendatang adalah lebih baik, lebih aman, lebih menyatu sesama umat -warga - yang tinggal di Malaysia ini. Semoga bahasa Melayu semakin kukuh di hati dan di bibir warga Malaysia dan juga warga asing yang menetap di Malaysia (mmmm malah adakalanya orang asing pula tutur bahasa Melayunya lebih baik daripada warga Malaysia sendiri -sedihnya...)
Kucing dan tikus pun berdamailah...

Tengahari tadi kami pulang juga ke Kuala Lumpur, tetapi sempat singgah ke rumah Pakcik Melan (Ramlan), sepupu Bonda. Ibu pakcik Melan, adik Tuk Mail. Berkenalan dengan anak perempuannya Norhayati yang kini tinggal di Johor Bahru, mengikuti suaminya.
Dibekali sayur kangkung dan ulam raja yang mereka tanam sendiri! Ya mereka petani, punya sawah padi, kelapa sawit dan kebun pisang juga! Di halaman rumah mereka terpacak tiang bendera, Ya Bendera Malaysia sedang berkibar di atas sana!

Petangnya, sampai juga kami di Sentul-Gombak....
Alhamdulillah...

30 Ogos 2009 Hari kedua di Kg. Melaka

Pagi itu Bonda mengejutkan aku, bertanyakan di mana Jingga...
Mmmm terpisat-pisat aku bangun mencari si Jingga.... dari ruang atas mengiau dan memanggil nama Jingga... Jingga Jingga... Eeeeoooowwww..... Jingga!


Aku teriak lagi dari dapur yang berada di tingkat atas, menjengah keluar. Ya, Jingga muncul, dia ada di ruang tanah di bawah.... Aku menyuruh Jingga pusing, putar ke hadapan. Pabila aku turun ke tanah, memanggil namanya, tidak ada di belakang rumah, ke mana pula dia pergi... Ku panggil namanya, kudengar sahutan daripada Jingga. Ooohhh di ruang stor sahaja, tak jauh dariku. Kugapai dan mengambil dia dari celah-celah dinding setor... hehehhe pasti kalian tidak dapat membayangkannyakan ? Mmmm gunalah imaginasi ya....
Mendukung dan membawanya ke atas rumah.

Bersiap-siap, kami kemudiannya ke Bundle Shop, di Sungai Nibong. Tempat kegemaran Bonda.... Apa yang kujumpa ya, mmm tidak banyak. Cuma piring hijau dan baju panas.

Kemudian menghantar Kak Lela ke terminal bas Kuala Selangor. Kak Lela mahu pulang ke Kuala Lumpur. Kami pula akan pulang esok. Ok jumpa lagi Kak Lela!
Dataran Kuala Selangor


Setelah itu, aku dan Bonda ke Pasar Ramadhan yang aku jengah bersama Kak Lela. Dapat juga membeli nasi ambeng! yeaaaa! Bonda beramah mesra dengan makcik gerai itu, yang lucunya makcik tu tak cam aku, tetapi bila dia banyak tanya pada Bonda, barulah kusebut, hehheh makcik, sayalah yang datang semalam tu! :) terkekeh-kekeh makcik tu ketawa...


cara-cara membungkus nasi ambang


lihatlah kadar lauk, dan nasi di dalam bungkusan nasi ambang tu.... banyak!

maaf gambarnya jadi terganggu ketika cuba memuat turun di dalam blog ini.....
apam balik nipis dan tebal!

Pulang ke rumah, CIk Tini dan Jingga sedang menunggu kami...

Ya kami berbuka puasa bersama malam itu, dengan juadah Nasi Ambeng yang 'portion' nasi dan lauknya banyak sekali! Memang 'portion' untuk petani yang telah bekerja keras, sesuai amat memakan nasi ambeng dengan kadar tersebut. Kalau aku yang asyik duduk kat kerusi di pejabat yang beraircond je memang makin gomoklah... ;P Rasanya memang boleh 2 orang makan nasi tu.... Ada 4-5 cubit mee, kerisik, ikan masin 2 ekor dan nasi yang sebeban! Mmmm kenyang -tak habis pun makan....

Alhamdulillah!

29 Ogos 2009 Pulang ke Tanjung Karang


Perjalanan dari Kg. Bandar Dalam-Taman Templer - Kg. Melaka, Tanjung Karang

Sudah bertahun aku tidak pulang ke Kg. Melaka, Jalan Bagan Tengkorak, Tanjung Karang. Beberapa kali perancangan ingin pulang mengekori ibuku tidak kesampaian... Pernah sekali, sudah siap berangkat, tapi macam-macam perkara berlaku yang memaksa kami berpatah balik- kunci tertinggal, kereta meragam, tayar pancit... Jadi kami pulang ke rumah semula. Mungkin hari itu tidak diizinkan kami pulang ke kampung. Kampung halaman Bonda.
Di situlah Atuk, Ismail Talib dan adik-beradiknya dibesarkan.


Aku yang kali kedua pulang ke kampung itu setelah berusia 17 tahun. Pertama kali sebelum aku berusia 4 tahun. Tentunya aku tidak mengingati sebarang kenangan. Yang kuingat cuma Pakcik Nuar yang beberapa kali datang menjengah kami di Kg. Bandar Dalam. Itu sahaja yang kutahu...







Di pekan Tanjung Karang...
Setelah aku berusia 17 tahun, tiba-tiba Bonda ingin sekali membawa kami menjengah kampung... Sedikit terpinga, tetapi seperti biasa, aku yang pantang diajak berjalan, ikut sahaja... :P

Bertemu Nenek (adik ipar Tuk Mail - isteri Tuk Ngah Shamsudin) dan anaknya Pakcik Man. Kami di bawa keliling kampung bertemu saudara-mara, yang tidak kuhafal nama mereka. Tapi seperti biasa foto mereka ada saja yang kuambil..... Yang kuingat Pakcik Ramli, cuma kala ini tidak kuingat wajahnya.
Setahun kemudian, kami membina rumah kampung di tapak rumah Moyangku- Raden Galuh & Talib, yang ilhamnya tentu daripada Bonda . Nenek menolong membuat atap nipah bersama orang kampung. Rumah itu dibina oleh orang kampung jua...
Setelah siap di bina, kami acapkali pulang ke kampung... Mmm seronok juga!
Dikelilingi pohon kelapa. Di belakang rumah ada buah limau bali yang besar-besar! Aku suka sekali terlompat-lompat memetik buah... Kadang-kadang mengait mana yang boleh. :P Nak panjat pokok tak pandai, hohoohoo..... Mmmmm pernah ke seumur hidup aku ni, memanjat pokok ? mmmm tak pastilah! :P

Pinggan mangkuk Wan yang lama-lama kami bawa pulang dan digunakan di sana. Dapur kecil-mongel untuk memasak ala kadar tapi amat menyelerakan kami. Ulam-ulaman, sayur di rebus, ikan panggang, sambal belacan. Belimbing buluh yang banyak sering menjadi perhatianku, pasti akan menjadi lauk utamaku. Pucuk betik di tepi kali.

Kami akan makan tengahari dengan desir angin yang menyelak daunan kelapa!
Kalau malam, akan ditemani rembulan dan nyalaan lilin di ruang belakang rumah...
Enak betul! Sejuk nyaman.

Sesekali sanak saudara datang menjengah kami, berlaung !

Tetapi sayang rumah itu sudah tiada lagi.

Bonda sudah membina rumah batu tetapi tidak seperti rumah batu biasa, masih berwarna kelabu - warna simen, tidak bercat -memang sengaja tidak dicat. Berlantaikan simen berwarna merah, seperti warna lantai rumah Wan di Kg. Bandar Dalam sebelum kami rombak rumah itu.
Rumah baru ini lebih hampir dengan jalan. Terkelihatan di bahu jalan tidak seperti dahulu, yang lebih jauh ke dalam dan agak mencabar perjalanan dengan kereta nak masuk ke rumah lama dahulu.
Rumah baru ini dikelilingi pokok kelapa sawit pula... Sewaktu tiba di rumah, ada orang sedang mengumpulkan kelapa sawit memasukkan ke dalam lori... Oooppsss lupa pula ambil foto mereka! Issshhh apalah Melor ni. Yelah, aku ni tidak pernah melihat setandan kelapa sawit pun, inikan pula bertandan-tandan, ceh rugi betul!

Kali ini bukan aku dan Bonda sahaja pulang, tetapi ada Kak Lela, teman Muka Buku Bonda dan juga Cik Tini, pembantu harian kami... Cik Tini yang ala-ala Cik Minah kami... hehehe... Ooohhh rindu pula pada Cik Minah, Cik Minah rocks! Di mana kala ini Cik Minah, sedang bekerja di mana? Di Indonesia, atau masih di Brunei, atau entah-entah ada di Malaysia ini... Hhuhuhu...
Ohh ye Jingga juga kami bawa bersama! Ini kali kedua Jingga mengikuti Bonda ke sini...

Setiba di rumah, kemas-mengemas, masak-memasak (kak lela yang masak -sedap tul!), internet-berinternet sampai pening macam nak demam (kerana sangatlah lembab dan asyik terputus, jadi bingung dan berat sekali kepala). Akhirnya aku terkapar juga... Hahhaha :p tiduran dahulu....

Ahad, 30 Ogos 2009

Free - Sami Yusuf

What goes through your mind?
As you sit there looking at me
Well I can tell from your looks
That you think I'm so oppressed
But I don't need for you to liberate me

My head is not bare
And you can't see my covered hair
So you sit there and you stare
And you judge me with your glare
You're sure I'm in despair
But are you not aware
Under this scarf that I wear
I have feelings, and I do care

CHORUS:
So don't you see?
That I'm truly free
This piece of scarf on me I wear so proudly
To preserve my dignity...
My modesty My integrity So don't judge me
Open your eyes and see...

“Why can't you just accept me?” she says
“Why can't I just be me?” she says
Time and time again
You speak of democracy
Yet you rob me of my liberty
All I want is equality
Why can't you just let me be free?

For you I sing this song
My sister, may you always be strong
From you I've learnt so much
How you suffer so much
Yet you forgive those who laugh at you
You walk with no fear
Through the insults you hear
Your wish so sincere
That they'd understand you

But before you walk away
This time you turn and say:
But don't you see? That I'm truly free
This piece of scarf on me I wear so proudly
To preserve my dignity
My modesty
My integrity
So let me be
She says with a smile
I'm the one who's free

Anything - Sami Yusuf

If there were a single sacred rose
On a mountain top that grows
Where nobody ever dares to go
For you I'd climb that mountain high
I would reach up to the sky
If that rose was your desire

Don't you know that
IWould do anything
Would do anything For you
I would do anything
Would do anything
Anything for you

For you, I would sail the seven seas
Walk the deserts in between
Just to bring you anything you need
Nothing could ever be too much
Anything to show my love
�Cos it gives me strength enough

Don't you
Don't you
Don't you know that
IWould do anything
Would do anythingFor you
You know that IWould do anything
Would do anything
Anything for you

For you I would take on any trial
And I would walk on through the fire
You give me strength enough to face it all
You make me feel invincible

Cos I would do anything
Anything for you
You know that IWould do anything
Would do anything
Anything for you

These things are nothing to
All the things you do for me
You are my dream come true

A love I never knew you see
I'd take on a mountain high
Just to see you smile for me
You make me want to be
The very best that I can be

I would do anything
Anything for you
You know that
IWould do anything
Would do anything
Anything for you

Jumaat, 28 Ogos 2009

27 Ogos 2009 Perhaps Love ala-ala Moulin Rouge

Malam ini aku ketika ralit di hadapan komputer ribaku, kedengaran drama tv cina-berbahasa Mandarin di ruang tengah rumahku. Ada nyanyi-nyanyi... Ohhh mungkin drama/filem Cina muzikal.

Aku rasa aneh, cerita apa pula malam-malam begini, dengan tidak khusyuk (kerana menaip di komputer ribaku ini). Kerana tidak keruan, aku menjengah kaca tv. Tidak tahu pula apa judulnya... Kulihat kala itu Takeshi Kaneshiro sedang beraksi terbang-terbang di buaian akrobatik (maaf tidak tahu istilahnya) bersama seorang pelakon Cina yang biasa kulihat dalam drama atau filem Cina. mmmm Jacky Cheung juga ada rupanya, menjadi pengarah filem yang tiba-tiba ingin menjadi pemilik sarkis pula....

Duduk sebentar di kerusi biru....
Puas memikir cerita muzikal apakah ini?

Dah lama baru aku dapat menangkap, filem ini seperti Moulin Rouge yang ku tonton di pawagam GSC Midvalley pada tahun 2001 dahulu! Hmmm teringatlah pula zaman dulu-dulu, :P

Apa lagi cari maklumat tentang filem ini di internetlah...

ooohhh Perhaps Love judulnya...



Pelakon utama:


Takeshi Kaneshiro sebagai Lin Jiandong / Zhang Yang
Zhou Xun (周迅) sebagai Sun Na / Xiaoyu
Jacky Cheung sebagai Nie Wen / The Circus master
Ji Jin Hee sebagai Monty
Sandra Ng Kwan Yu sebagai pengurus Lin's
Eric Tsang sebagai Penerbit untuk filem Nie's






mmmm kesudahan ceritanya berbezalah pula... yalah takkan nak tiru bulat-bulat pulakan. hoooo koreografernya ialah Farah Khan, wow!


*Sumber: Wikipedia

Perbandingan:

The film is often compared to Moulin Rouge!, as it prominently features the device of a story within a story, which depicts a real-life love triangle between the actors themselves. Unlike Moulin Rouge! however, the musical numbers are limited to the inner show.

In an interview with the Malaysian newspaper The Star, director Peter Chan stressed that "Perhaps Love is a love story, not a musical. It's not even being promoted as a musical. It's not a musical in the conventional sense. My characters don’t break out into song. Initially, it was a challenge to balance the over-the-top element in musicals and the subtleties of a movie. In the end, the method I used to overcome that was to make a movie-within-a-movie." The interview appeared in the November 25, 2005 edition of The Star, as Peter Chan was in Kuala Lumpur to promote his film.
The film has also drawn comparisons to
Bollywood, the Indian film industry famous for its musical films. The Hollywood Reporter described Perhaps Love as "Bollywood meets Bob Fosse." Bollywood director and choreographer Farah Khan choreographed the film, which featured nine Indian dancers who appeared in several musical numbers.

Sinopsis:


A Mainland director Nie Wen (Jacky Cheung) decides to make a film musical starring his Mainland girlfriend Sun Na (Zhou Xun) and Hong Kong actor Lin Jian-dong (Takeshi Kaneshiro). Unknown to him, Sun has met Lin before ten years ago when she was a cabaret singer in Beijing. The two had a relationship together then, when Lin was a film student. Ten years later, now a huge movie star, she refuses to acknowledge they have met before.
Nie envisages the materials to the musical, which include a plot where a girl loses her memory and comes to live with a circus troupe. Sun plays the amnesiac girl and Lin her boyfriend who tries to bring back her memories. As the shooting of the movie starts, reel life and real life begin to overlap and merge. Lin tries desperately to win back the lost love of Sun, while Nie discovers their past romance and that it has rekindled. Nie himself plays the role of the obsessive circus owner in the musical who is involved in a love triangle. Just like in real life, he has Lin as his rival.

Ji Jin-Hee plays Monty, a character who plays a number of different roles in the movie (such as a noodle shop owner and a reporter).

Khamis, 27 Ogos 2009

27 Ogos 2009 Berbuka puasa di Wong Solo

Malam ini aku berbuka puasa bersama teman-teman sekantor, Kak Fin, Kak Anis, Kak Ida, Maya dan Haron di Wong Solo, Taman Dagang. Aku dan Ida orang terakhir yang tiba di sana.... Aku tidak pernah ke Wong Solo di sana, cuma pernah pergi yang di Kg. Baru. Itu pun mungkin tahun lalu.

Makan ayam penyet.... ;)

Selesai makan, ternampak Deen dan teman-temannya di luar restoran, baru hendak duduk di meja luar sana.

Solat di Surrau (memang ejaannya 2 'r'... :P) berhampiran, pulang semula ke restoran dan membayar juadah yang ditelah masuk ke dalam perut kami berenam....

Kemudian kami beredar, tetapi Ida, Haron dan aku mengekori Kak Anis ke kedai perabot berhampiran...

Setelah itu kami bersurai, dan aku menumpangi Kak Anis sehingga ke hentian teksi di Ampang Point. Teksi berderet di sana... ;) Alhamdulillah, selamat sampai di rumah dengan ditunggui ibuku dan kucing-kucingku.... ;)

*Tak sempat nak ambil foto makanan, huhhhuuhu... sebab dah lewat dan laparkan... :P terus menjamah makanan tadi! Hehheh...

Isnin, 24 Ogos 2009

08 Ogos 2009 Lagu Berendoi yang dinyanyikan buat Si Kecil Syahmi

Suka sangat mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para ibu Kg. Bandar Dalam... ;)


Nanti akan Melor cuba merumikan bait-bait indah yang dinyanyikan oleh ibu-ibu untuk si bayi kecil Syahmi Zikri....



Tidak tahu sampai bila majlis ini dan lagu-lagu seperti ini akan terus diamalkan... Malah saya sendiri tidak bisa menyanyikan lagu-lagu seperti ini. Huhuhu... kasihan bukan!









2009 Apa ada di atas mejaku ?

Apa yang ada ya?



Semuanya penting bagiku, kerana itu makin menggunung dengan pelbagai buku, kertas, cenderamata... Setiap satunya akan memberikan pelbagai memori kepadaku. Tarikh, waktu -walau kadangkala tidak dapat kuingat secara tepat...

Khamis, 20 Ogos 2009

08 Ogos 2009 Majlis Cukur Jambul Muhammad Syahmi Zikri Zahamruz



Pagi itu aku ke rumah sebelah, rumah Nek Cu.... Kelmarin NekCu menjemputku ke rumahnya, ada kenduri cukur jambul Syami.... :) Lepas itu tahlil dan doa selamat menyambut Ramadhan...

Gembira melihat ibu-ibu bermarhaban pagi itu. Bersyair, berzanji, berseloka untuk Syami yang sudah berusia 3 bulan. Comel sungguh Syami. Sudah lama aku tidak mengikuti acara cukur jambul, eh pernah ke ?

Di kala memotong rambutnya Syami diam saja, tidak banyak karenah. Memang anak yang baik! :)
Bersama Syafiqah, kakakanda Syahmi


Syahmi terlena kepenatan

BISIKAN CINTA (Careless Whispers) - ONE NATION EMCEES (feat DAMIAN MIKHAIL)

Damian Mikhail:
Bisikan cinta menghantui diri ku ini
masa tak henti
bisikan cinta menghantui
Mimifly:
Diriku kini terasa merana
kau segala buat diriku
tapi kau berpunya
ku ingin luahkan apa rasa di hati
kata hati yang ku pendam selama ini
ku cinta (kau cinta)
ku cinta (kau cinta)
kau cinta (ku cinta)
kau cinta (ku cinta) 2X
Zydee:
secara jujur ku masih mencintaimu
secara jujur tak dapat ku lupakanmu
tak payah dan tak perlu ku cerita tentang lara
atau kesepian yang tidak ku tahu akhirnya
ya kini kau tiada tapi dia bagaimana
mampukah dirinya jadi belahan nyawa
hentikan bisikan yang bermain di fikiranku
ku sayang dia seperti aku sayang kau dulu
Kozae:
Termenung kosong cerita cinta si dia
sedih tidak cemburu mungkin iya
tiga batu permata ku dapat hanya duka
biar aku sengsara suka di dalam luka uhh
biar perit akan ku telan jua
agar dikau bahagia ku buat apa saja
anganku moga kita bersama
rela aku merana lihat dikau bersama
akhirnya aku pasrah..
Mimifly:
ooooo
masa tak henti
bisikan cinta menghantui
Damian Mikhail:
diriku kini terasa merana
kau segala buat diriku
tapi kau...kau berpunya
Chorus:
walaupun kau bersamanya
kau tetap aku yang punya
biar ku telan pahitnya
agar kau bahagia
siang dan malam aku menanti
walau diri ku tak dipeduli
sayang kau tak menyedari
cinta mu ada disini
Jojoe:
kehilangan satu-satunya sandaran jiwa
dihujani luka berembun penyesalan
membiarkan ilusi karut memapah emosi
cakerawalaku buta cahaya hilang kemana (satu rasa)
takkan mati takkan pergi takkan berganti (umpama)
akal dan hati tidak pernah berkomunikasi
di batas kehampaan dan kerinduan
aku doakan bahagia buat dirimu dan dia
Damian Mikhail:
bisikan cinta menghantui diri
bisikan cinta menghantui diri ku kini
bridge:
Mimifly:
Dengarlah rintihan hati
suara jiwa ku ini
moga kau kan tempuhi
segala rintangan yang bakal menanti
tanpaku menemanimu
kau tetap di ingatan ku
namun masa dah berlalu
walau pun kau bersamanya
kau tetap aku yang punya
biarku telan pahitnya agar kau bahagia
siang dan malam aku menantiwalau diriku tak di peduli
sayang kau tak menyedari cinta mu ada di sini..

*aku terdengar lagu ini di tv-hot fm kala aku bersiap-siap hendak ke kantor. sedapnya di dengar! aku cuba muat turun lagu dinihari ini, betapa sukarnya!

Jelita -Damian Mikhail Seet

CHORUS
JELITA
YANG TERLAHIR DI DALAM SETIAP WANITA ANGGUN
LUAR DAN DALAM,
KAU SUNGGUH JELITA
WALAUPUN TANPA EMAS BERLIAN PERMATA
KAU TETAP JELITA

VERSE 1
TER-SEN-DIRI KECANTIKAN MU ABADI
MEMI-LIKI SINAR MATA MENTARI
LENTIK BULU MATA
DAN RENUNGAN YANG MENGGODA
CAHAYA SENYUMAN MU
OH TAWAN KU , KAU JELITA

PRE CHORUS
TERATUR LANGKAH MU,
KELEMBUTAN MU
MERDU BISIK MU BAK IRAMA DAN LAGU
KEAYUAN MU TERALUN DI DALAM KASIH
KUUSAH DIRAGU
KEJELITAAN MU DI HATI KU

VERSE 2
KAU TERCIPTA TUK JEJAKA
KAU MENARIK DAN BEGITU SEMPURNA
TIADA LAIN YANG KU PINTA , ADINDA
SERLAH SENYUMAN MU DAN TAWAN KU
KAU JELITA

REPEAT PRE CHORUS
REPEAT CHORUS

BRIDGE
OOOH...KEJELITAAN
YANG DI LAHIRKAN
BUKAN PENAMPILAN KEJELITAAN LAHIR DI DALAM
DAN TAK AKAn HILANG...

*aku masih ingat, zaman tingkatan 5 dahulu. D pernah datang ke sekolahku. Dia pacar teman sekelasku (ala-ala zaman cinta monyet gitu).
di hujung tahun, seusai SPM kami mengadakan majlis prom. D bergandingan dengan temanku. Mereka menjadi Prom Queen dan King untuk malam itu.

Ahhh itu zaman sekolah, sudah berbelas tahun berlalu. Sekarang temanku sudah mendirikan rumah tangga dan dikurniakan sepasang cahayamata, dan dia sudah menjadi lebih ayu, lebih feminin, lebih sopan berbanding zaman persekolahan dahulu. Dia yang dulu sangat ceria orangnya, ringkas dan selamba.


19 Ogos 2009 Letusan guruhku...

Sesampainya di kantor pagi ini, aku diasak dengan pelbagai perkara.
Ini itu sana sini...
Lepas satu, satu, satu... Mmmm masih sabar lagi.
Belum habis satu perkara diselesaikan, di tambah lagi...
Semuanya mahu segera. Masih ok walau agak resah.
Geram kerana ada kerja yang ingin kulangsaikan tertangguh lagi.
Kegeraman kubertumpuk kerana ada perkara yang sepatutnya boleh diselesaikan oleh mereka sendiri, mahu tunggu aku juga. Atau sepatutnya mereka bertanyakan kepada orang yang lebih arif, memandangkan aku ini tiada kuasa, kerana aku juga perlu merujuk kepada yang lebih arif dan berkuasa.

Hampir waktu tengahari, aku menerima satu panggilan. Arggghhh!
Aku lagi bertambah buntu! Di hujung sana talian dimatikan. Aku terus letak gagang dengan kuat, suara besarku terkeluar dari corong kerongkongku!
Aku hilang sabar, amarahku meletus.

Tanpa melihat orang di sekelilingku, aku terus berlari deras, sederas degupan jantungku meninggalkan ruang kantor mengeluarkan diri dari blok ku menuju ke blok lain. Mencari angin ingin meredakan amarahku.

Aku tahu orang disekelilingku mendengar suara aku yang separa mengguruh tengahari itu!
Mujurlah tika itu bos dan beberapa orang pengurusku tidak mendengar guruhku...
Tetapi aku rasa kadang kala elok juga kalau mereka mendengar, kerana aku juga ada hak untuk rasa marah, aku juga ada akal dan perasaan! Ya, jarang sekali teman-temanku melihat aku meletus, kerana selagi aku boleh sabar dan mengawal amarahku, akan ku tahan segalanya.

Tetapi hari ini...

Tiba di blok itu, aku bungkam, diam berdiri membatu di hadapan seorang teman. Dia melihat aku dan faham keadaan aku. Mungkin melalui raut wajah aku yang mencuka. Kala itu juga, seseorang menyeru namaku, aku tahu apa yang dia mahu. Aku hanya merenung matanya, dan tidak membalas apa-apa. Ahhhh aku tahulah apa yang kuperlu siapkan, aku berkata dalam fikiranku tanpa meluahkan apa-apa. Kemudian dia diam tanpa berkata apa. Mungkin tahu aku tiada 'mood' untuk bercakap kala itu.

Aku memandang semula kepada teman di sebelah ku itu. Mujurlah ada seorang teman yang boleh memasang telinga. Maaf teman, kau pula di asak dengan bebelan luahan rasa fikiran aku tengahari itu.

Walau apa pun terima kasih ya!
Semoga hari esok merupakan hari yang lebih baik daripada hari ini...

Rabu, 19 Ogos 2009

04 Ogos 2009 Ke Galeri Chandan

Pagi itu aku memohon keizinan daripada Bos ku untuk ke Galeri Chandan. Ada perasmian pameran 'Thou Art Women' petang nanti. Ya, rencana ku ialah ingin mengambil foto pelukis-pelukis senior yang mengambil bahagian dalam pameran itu.
Ruang galeri

Uuuunhhh betapa sukarnya kami nak dapatkan tempat leta kereta - Penuh! Mmm.... Aku turun dulu dari kereta, dan Sabri mencari ruang yang ada untuk meletak keretanya.

Nazli Aziz sedang membuka kata


Kurator pameran

Di sana aku ketemu Kak Hanim - kurator pameran, Sharifah Fatimah, Fatimah Chik, Hamidah, Norma Nordin, Renee Kral, Ilse Noor, Sharifah Zuriah, Wairah, Sylvia Lee Goh. Mmm tidak ketemu Normah Abbas, ingin sekali aku bersua muka dengan beliau.


En. Phakaruddin dan Uwei juga ada...
Berbual seketika dengan Rafiee Ghani.
Kebetulan terjumpa pula dengan Khairo. Pertama kali bertemu dulu di kantorku. Jadi ini kali kedua bertemu. Dia teman sepupuku.
Ohhh ya Kak Imah, 2 Wina juga ada...



Bersama Dato' Sharifah Fatimah

Bonda tidak dapat hadir kerana berada di Aceh. Semua orang bertanyakan Bonda. Jenuh juga hendak menjawab... Hehehe... 3 Lukisan dipamerakan di suatu sudut.

Yang pasti, aku gembira berada di situ... :)

Isnin, 17 Ogos 2009

140809 Tanpa kekasihku - Agnes Monica

Langit begitu gelap
Hujan tak juga reda
Ku harus menyaksikan cintaku
Terenggut tak terselamatkan
Ingin ku ulang hari
Ingin ku perbaiki
Kau sangat ku butuhkan
Beraninya kau pergi dan tak kembali

(Korus)
Di mana letak syurga itu
Biar ku gantikan tempat mu dengan ku
Adakah tangga syurga itu
Biar ku temukan untuk bersamamu
Ku biarkan senyum ku menari di udara
Biar semua tahu
Kematian tak mengakhiri
Cinta…

(Ulang korus 2x)

Apalah artinya hidup tanpa kekasihku
Percuma ku ada disini

*malam itu, Atie, teman sekantorku menyanyikan lagu ini sewaktu Bakat BNM. tak sangka 'high pitch' juga si Atie ini. Boleh tahan juga suaranya! thumbs up to you sis!
lepas dengar lagu ni, aku melekat juga dengan lagu ni. mmm kenapalah tak pernah tau lagu ni dulu eh?

Jumaat, 14 Ogos 2009

14 Ogos 2009 Lamanya tidak ke alam maya

Setelah sekian minggu aku tidak ke alam maya.... Tidak berkesempatan.
Kursus, kerja, kursus, kerja... Lelah dengan apa yang berlaku disekeliling (ooopsss mujur tiada penyakit lelah sebenarnya).... Terlari sana terkejar sini... Mmmmm.... Huh!

Jumaat, 7 Ogos 2009

06 Ogos 2009 Pemergian Rendra

Mmmm aku menerima berita daripada Bonda... Ahhhhh Rendra pula telah meninggalkan dunia. Mmmm hilang lagi permata dunia seni-sastera.... Semenjak penghujung tahun lalu sehinggalah sekarang ini, seorang demi seorang tokoh seni-sastera yang meninggal dunia. Betapa Allah lebih menyayangi mereka.

Sabtu, 1 Ogos 2009

01 Ogos 2009 Buku yang sedang ku baca



Beli di pesta buku lalu. Sepatutnya sudah habis kubaca, tetapi entah mengapa pembacaanku sering terbantut. Aku paling gemar membaca ketika sewaktu menunggu... Ketika menunggu kemunculan teman, bas, lrt atau teksi! ;) Atau juga di dalam bas atau lrt. Di kala itulah aku akan membaca.